biosafety specialist
SHARE :

Panduan Desain & Regulasi Ruang Cytotoxic Rumah Sakit: Menjamin Keamanan dan Efisiensi

31
08/2026
Kategori : Uncategorized
Komentar : 0 komentar
Author : admin


Checklist Standar Ruang Cytotoxic Rumah Sakit: Panduan Regulasi & Desain Teknis

Penanganan sediaan sitostatika (obat kemoterapi) merupakan salah satu prosedur medis berrisiko paling tinggi di rumah sakit. Karena sifat obat yang mutagenik, karsinogenik, dan teratogenik, paparan mikro terhadap udara bebas dapat membahayakan keselamatan tenaga medis.

Berikut adalah panduan dan checklist standar desain teknis Cytotoxic Room (Ruang Handling Sitostatika) berdasarkan regulasi Kementerian Kesehatan RI (Permenkes No. 72 Tahun 2016 & pembaruan regulasi teknis), serta standar internasional ISO 14644 dan USP <800>.

1. Tata Ruang & Zoning (Layout Architecture)

Desain alur kerja (workflow) harus mengisolasi area bahaya dan mencegah kontaminasi silang antara udara luar dengan area peracikan.

  • Ruang Persiapan (Preparation Area): Tempat administrasi, pengecekan formulir peracikan, dan seleksi pelarut.
  • Ruang Ganti (Gowning Room): Ruang antara bagi personel untuk mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) steril.
  • Ruang Antara (Air Lock): Sistem penyekat tekanan udara sebelum masuk ke ruang utama.
  • Ruang Pencampuran (Buffer Room/Cleanroom): Area steril bertekanan negatif tempat Cytotoxic Safety Cabinet (CSC) dipasang.
  • Akses Material (Pass-Box Interlock): Jalur transfer obat dan alkes menggunakan Pass-Box berbahan Stainless Steel 304 dengan sistem interlock elektronik (dua pintu tidak bisa dibuka bersamaan).

2. Sistem Tata Udara & Filter (HVAC & Air Cleanliness)

Parameter lingkungan di dalam Cleanroom Cytotoxic wajib dikontrol secara ketat untuk menjamin keamanan.

Parameter TeknisStandar Spesifikasi
Kelas KebersihanISO Class 7 (Kelas 10.000) untuk Buffer Room
Tekanan UdaraBertekanan Negatif (Udara mengalir dari luar ke dalam area racik untuk mengurung zat beracun)
Air Change per Hour (ACH)Minimal 30 – 40 ACH
Temperatur & Kelembaban18 – 22 °C
Sistem FiltrasiPre-filter, Medium Filter, hingga HEPA Filter H14 (efisiensi 99,995%)

3. Material & Komponen Fisik Bangunan

Seluruh permukaan ruangan harus tahan kimia, non-porous (tidak berpori), dan non-shedding (tidak melepaskan partikel).

  • Dinding & Plafon: Menggunakan Sandwich Panel Modular (Wall Panel EPS/PU/PIR) atau Galvanized Steel dengan pelapisan anti-bakteri.
  • Lantai: Vinyl Roll khusus tipe Heavy Duty Seamless dengan Coving system (sudut lengkung antara lantai dan dinding) tanpa celah.
  • Pintu & Jendela: Pintu hermetis (airtight) dengan drop seal, serta jendela panel double-glass flush rata dinding.
  • Pencahayaan: Armatur LED Cleanroom Grade bertipe beveled edge (minimal 300–500 Lux).

4. Peralatan Utama Handling Sitostatika

Peralatan peracikan harus menyediakan proteksi ganda: melindung produk dari kontaminasi mikroba, dan melindungi operator dari paparan racun.

  • Cytotoxic Safety Cabinet (CSC) / BSC Class II Type B2 atau Class III: Menyalurkan 100% udara keluar ruangan (total exhaust) melalui filter HEPA/ULPA tanpa sirkulasi balik.
  • Sistem Buangan Udara (Exhaust Ducting): Saluran pembuangan udara cytotoxic khusus berfilter yang dibuang ke luar gedung secara aman.
  • Monitoring System: Differential Pressure Gauge/Transmitter digital untuk memantau perbedaan tekanan antarruang secara real-time.

Siap Membangun Ruang Cytotoxic Sesuai Standar Kemenkes?

Rancangan ruang sitostatika yang tepat tidak hanya memenuhi syarat akreditasi rumah sakit, tetapi juga melindungi aset berharga Anda: nyawa dan keselamatan tenaga medis.

PT. Sains Teknik Ecosolusindo siap membantu Rumah Sakit Anda dalam perancangan (engineering design), pengadaan panel & HVAC cleanroom, hingga instalasi dan pengujian sertifikasi Cytotoxic Room.

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar