Biosafety cabinet (BSC) merupakan peralatan atau lemari pengaman yang bertujuan untuk mengamankan pengguna dari paparan mikroba infeksius dan/atau menjauhkan produk dari resiko kontaminasi silang. Biosafety cabinet terdiri dari beberapa type sesuai kebutuhan pengguna.
Dalam sebuah sistem BSL, BSC merupakan primary containment (pelindung Utama) sehingga peralatan ini merupakan unit terpenting dalam sebuah fasilitas BSL2 atau BSL3.
Cara Kerja
Prinsip kerja BSC adalah mengarahkan aliran udara menjauhi arah operator melalui HEPA (High Efficiency Particular Air) filter dengan tujuan melindungi operator dari agen infeksius. Selain itu sistem BSC mencegah kontaminan dari udara luar dan mencegah cross-kontaminasi di dalam chamber.
Tipe
BSC dibagi berdasar tipe dan kelas berdasarkan tujuan dan penggunaan dan fitur yang ditawarkan
Biosafety Kelas I
BSC ini biasanya digunakan untuk melindungi bekerjanya sebuah containment lain, seperti centrifuge, sehingga menurunkan resiko bahaya dalam laboratorium. BSC terbatas pada airvelocity sekitar 0,38 m/s; pada saat bekerja, jendela chamber dibiarkan terbuka agar udara dapat melewati HEPA Filter.
Biosafety Kelas II
BSC ini bertujuan untuk memproteksi sampel dan lingkungan. Cara kerjanya, udara luar dan udara dalam chamber ditarik oleh fan yang terpasang di atas sistem, sehingga melewati HEPA Filter sehingga dihasilkan udara yang bersih. Sirkulasi digunakan untuk mendapatkan kinerja terbaik. Dengan sistem seperti ini, operator terjaga dari paparan udara yang terkontaminasi.
NSF mengkategorikan BSC kelas II kedalam 4 tipe yaitu : Tipe A1, Tipe A2, Tipe B1, dan Tipe B2.
Biosafety Kelas III
BSC kelas III merupakan chamber tertutup yang memberikan perlindungan maksimal bagi personel, produk/sampel, dan lingkungan. Chamber didesain sedemikian rupa sehingga udara dari luar tidak melewati jendela secara langsung, sementara supply udara didapatkan melalui filtrasi HEPA. Produk/sampel ditransfer melalui sebuah pass box. Dengan demikian operator bekerja dengan menggunakan akses sarung tangan khusus yang telah tersedia.
Perbedaan Biosafety dengan Laminar Air Flow
Secara fisik BSC dan LAF nyaris sama, namun demikian secara fungsi, masing-masing memiliki spesialisasi yang berbeda. Secara singkat, BSC ditujukan untuk melindungi personel, sementara LAF digunakan untuk melindungi produk. Berdasar arah aliran udaranya, BSC mengalirkan udara dari luar ke dalam chamber, sedangkan LAF bekerja sebaliknya.
Validasi BSC
Untuk memastikan keamanan, BSC perlu divalidasi secara berkala minimal setahun sekali oleh teknisi yang terlatih dengan peralatan uji yang telah dikalibrasi. Validasi dilakukan terkait dengan keandalan HEPA Filter yang terus menurun efektifitasnya akibat kebuntuan akibat partikel yang tersaring. Beberapa parts lain juga perlu dipantau, seperti motor fan dan pemeriksaan performance dari parts lainnya yang diperlukan dalam menentukan kualitas BSC yang sesuai dengan persyaratan.
Peralatan uji validasi BSC
“Dalam pengalaman kami bertahun-tahun dalam memasok peralatan laboratorium, membangun fasilitas Biosafety, memberikan pelayanan servis dan pemeliharaan serta banyak pekerjaan mekanikal lainnya, menjadikan kompleksitas dalam pembangunan sistem BSL merupakan hal yang sederhana bagi tim kami.
Semangat kami adalah memberikan kontribusi dan solusi terbaik untuk Indonesia, sehingga produk kami telah diterima dengan reputasi dan akseptabilitas yang baik pada regulator/auditor terkait.
Kami menganggap bahwa setiap klien memiliki karakteristik dan kebutuhan yang unik, sehingga telah lahir berbagai macam produk yang dikerjakan dengan cara dan hasil yang berbeda-beda namun konsisten dalam kualitas dan akseptansi.“
more information:
Derry Chandra +62 812- 8551 – 548
Address
Jl. H. Bokir Bin Dji’un No. 17, Dukuh, Kramat Jati , Jakarta Timur, DKI Jakarta 13550
Hours
Monday—Friday: 9:00AM–5:00PM
Email
admin@biosafety.id
Copyright © 2021 STE