23 09/2026 |

23 09/2026 |
Kategori : Uncategorized Komentar : 0 komentar Author : admin |

Laboratorium pendidikan, diagnostik medis, hingga fasilitas riset biologi harian beroperasi pada tingkat Biosafety Level 1 (BSL-1) dan Biosafety Level 2 (BSL-2). Meskipun tidak menangani mikroorganisme mematikan tingkat tinggi (seperti BSL-3 atau BSL-4), ruang kerja ini tetap memegang peranan krusial dalam mengendalikan risiko paparan kontaminasi silang, melindungi spesimen riset, serta menjaga keselamatan peneliti dan lingkungan sekitar.
Penerapan fasilitas ruang terkontrol (controlled environment) pada BSL-1 dan BSL-2 memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan aman, patuh regulasi, dan memenuhi standar higienis. Proteksi ini bertumpu pada dua pilar utama: desain arsitektur yang aman serta sistem Mechanical, Electrical, & Plumbing (MEP) yang presisi.
Sebelum merancang tata ruang dan infrastruktur, penting untuk membedakan tingkat risiko agen biologis yang ditangani:
Desain fisik laboratorium BSL-1 dan BSL-2 dirancang untuk meminimalkan celah penumpukan kotoran serta memudahkan proses sterilisasi rutin.
Penggunaan dinding bata biasa atau gypsum bertulang standar kurang disarankan karena sifat permukaannya yang berpori dan memiliki banyak sambungan. Sandwich Panel (PIR/PU) menghadirkan permukaan yang rata (smooth), kedap udara, tahan air, dan resisten terhadap paparan bahan kimia pembersih/disinfektan.
Lantai laboratorium wajib menggunakan material kedap air tanpa sambungan (seamless). Pilihan berupa Epoxy coating berspesifikasi laboratorium atau Vinyl roll seamless yang dilengkapi dengan sistem coving (lengkungan sudut antara lantai dan dinding) mencegah akumulasi cairan spill biologis serta memudahkan pembersihan.
Integrasi sistem MEP yang tepat memastikan pergerakan udara, ketersediaan daya, dan pengolahan limbah laboratorium berjalan sesuai standar keselamatan.
Peralatan penyimpanan kritis pada BSL-1/BSL-2 (seperti freezer -80°C, inkubator, dan sistem BSC) memerlukan pasokan listrik yang stabil. Dukungan sistem Uninterruptible Power Supply (UPS) dan generator cadangan (Genset) mencegah kerusakan sampel penelitian akibat mati listrik mendadak.
Meskipun persyaratan kualifikasi BSL-1/BSL-2 tidak sekompleks BSL-3/BSL-4, pengujian fasilitas secara berkala tetap diperlukan untuk memastikan standar keselamatan operasional (Design Qualification, Installation Qualification, dan Operational Qualification). Pengujian mencakup:
22 09/2026 |
31 08/2026 |
28 08/2026 |
13 08/2026 |
“Dalam pengalaman kami bertahun-tahun dalam memasok peralatan laboratorium, membangun fasilitas Biosafety, memberikan pelayanan servis dan pemeliharaan serta banyak pekerjaan mekanikal lainnya, menjadikan kompleksitas dalam pembangunan sistem BSL merupakan hal yang sederhana bagi tim kami.
Semangat kami adalah memberikan kontribusi dan solusi terbaik untuk Indonesia, sehingga produk kami telah diterima dengan reputasi dan akseptabilitas yang baik pada regulator/auditor terkait.
Kami menganggap bahwa setiap klien memiliki karakteristik dan kebutuhan yang unik, sehingga telah lahir berbagai macam produk yang dikerjakan dengan cara dan hasil yang berbeda-beda namun konsisten dalam kualitas dan akseptansi.“
more information:
Derry Chandra +62 812- 8551 – 548
Address
Jl. H. Bokir Bin Dji’un No. 17, Dukuh, Kramat Jati , Jakarta Timur, DKI Jakarta 13550
Hours
Monday—Friday: 9:00AM–5:00PM
Email
admin@biosafety.id
Copyright © 2021 STE